Monthly Archives: June 2015

RESENSI BUKU: MENGENAL USAHA KUE-KUE BASAH

IMG_0001Judul Buku : Mengenal Usaha Kue-Kue Basah
Penulis : Wulan Ayodya & Sarosa Consulting Group
Penerbit : Esensi
Tahun : 2009

Usaha penjualan kue basah semakin berkembang belakangan ini. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya orang yang menjual aneka kue. Mengapa bisnis ini tidak pernah mati? Jawabannya adalah karena semakin banyak orang membutuhkan makanan kecil.
Sekitar 15-20 tahun yang lalu, masih banyak orang beranggapan makan kue hanya dilakukan pada saat ada acara khusus, di akhir minggu, dan pada saat baru gajian. Pada zaman itu, kue masih dianggap sebagai kebutuhan pelengkap saja. Namun, belakangan ini anggapan tersebut mulai pudar dan banyak orang sudah beranggapan makanan kecil merupakan kebutuhan setiap hari. Sekarang bukan hal yang aneh bila setiap hari makan roti atau membeli aneka gorengan untuk minum kopi. Pergeseran gaya hidup tersebut membuka peluang bagi usaha kue basah untuk lebih berkembang.
Dengan semakin banyaknya peluang yang tersedia untuk memulai berbagai usaha, buku ini memberikan informasi yang lengkap bagi Anda yang ingin terjun ke dalam bisnis kue-kue basah. (A)

RESENSI BUKU: MENGENAL USAHA WARUNG MAKAN

warung makanJudul Buku : Mengenal Usaha Warung Makan
Penulis : Wulan Ayodya & Sarosa Consulting Group
Penerbit : Esensi
Tahun : 2008

Warung makan merupakan usaha skala kecil yang menjual makanan. Kebanyakan warung makan merupakan tempat makan yang sederhana dan dikunjungi oleh kalangan menengah ke bawah. Tetapi banyak pula kalangan kelas menengah ke atas yang makan di sini.
Ciri khas warung makan adalah adanya tempat makan dengan ruang dan perabot yang sederhana. Meskipun demikian banyak warung makan yang menyajikan makanan dengan rasa yang sangat enak dan biasanya dijual dengan harga yang murah.
Warung makan banyak dipilih orang untuk mengisi perut, terutama bagi mereka yang memiliki dana terbatas. Karena belakangan ini keadaan ekonomi semakin sulit maka warung makan makin digemari oleh banyak orang yang kondisi keuangannya pas-pasan.
Peluang warung makan ini sebenarnya cukup terbuka bagi banyak orang, namun kurangnya informasi yang tersedia untuk memulai usaha ini menjadi suatu kesulitan sendiri bagi yang ingin membuka usaha ini. Buku ini ditulis untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang peluang usaha warung makan. Dalam buku ini diterangkan mengenai jenis-jenis warung makan, tahap persiapan yang diperlukan, modal yang digunakan, penentuan lokasi, harga jual, tenaga kerja, dan banyak lagi informasi yang diperlukan untuk membuka usaha ini. (A)

RESENSI BUKU: PEMIKIRAN DAN SIKAP POLITIK GUS DUR

Pemikiran dan sikap politik Gus DurJudul Buku : Pemikiran dan Sikap Politik Gus Dur
Penulis : Dr. Ali Masykur Musa
Penerbit : Erlangga
Tahun : 2010

Terlepas dari potret Gus Dur yang penuh warna itu, usul pemberian gelar Pahlawan Nasional kepadanya telah membuktikan bahwa Gus Dur tidak hanya tokoh besar yang dikenal bangsanya. Tapi juga kiprah, pemikiran dan perjuangannya dalam menegakkan demokrasi, HAM, pluralisme menjadi penting untuk dikenang oleh semua warga bangsa.
“Ketika NU disudutkan pada saat rezim Orde Baru masih sangat kuat, Gus Dur terus meneriakkan penegakan demokrasi, sambil membina anak-anak muda NU melalui kampus-kampus, civil society, dan komunitas-komunitas NU hingga ke pelosok-pelosok. Pesannya, perjuangkanlah demokrasi, karena dengan demokrasi orang NU akan memperoleh apa yang seharusnya dimiliki. Hasilnya, saat Orde Baru runtuh, sistem demokrasi terbuka, banyaklah anak muda NU yang tampil ke pentas kepemimpinan nasional tanpa canggung, karena dibekali secara cukup oleh Gus Dur. Mencuatlah nama-nama semisal Khofifah Indar Parawansa, Ali Masykur Musa, Muhaimin Iskandar, Suryadarma Ali, Idrus Marham, Saifullah Yusuf, Lukman Hakim Saifuddin, Yenni Wahid, Slamet Effendi Yusuf, dan nama-nama beken lainnya. Saya pun warga NU yang sejatinya murni akademisi di kampus, dibawa oleh Gus Dur ke tengah-tengah etalase perpolitikan nasional. Generasi penerus NU harus menjaga dan memelihara hasil perjuangan Gus Dur. Buku ini merupakan sebagian dari pandangan politik Gus Dur yang dicatat oleh Ali Masykur Musa sebagai salah satu anak ideologisnya.” (A)