Monthly Archives: May 2015

RESENSI BUKU: KUN YUSUF MANSUR (KISAH PERJALANAN HIDUP USTADZ YUSUF MANSUR)

IMG_0001Judul Buku : Kun Yusuf Mansur (Kisah Perjalanan Hidup Ustadz Yusuf Mansur)
Penulis : Masagus A. Fauzan Yayan
Penerbit : Erlangga
Tahun : 2013

“Saya menemukan di Indonesia figur imam seperti Syekh Yusuf Mansur. Suaranya bagus dan berpengaruh bagi pendengarnya.” Syekh Sa’ad Al-Ghomidy, Imam Masjidil Haram
“Allah SWT memberi Syekh Yusuf Mansur kemampuan membangun sedemikian banyak komunitas pengkajian, pembelajaran, dan   penghafalan Al-Qur’an hampir di seluruh  tempat. Ia melakukan itu demi mengantarkan sebanyak mungkin umat pada kebahagiaan sejati bersama ayat-ayat Al-Qur’an. Allah SWT mencintai dirinya.”
Syekh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, Ulama Fikih Dunia
“Ustadz Yusuf Mansur itu lebih dari seorang ustadz atau kiai. Beliau memiliki jiwa manusiawi yang luar biasa, tawadhu, lembut, sabar, dan ikhlas dalam memperjuangkan Al-Qur’an di seluruh Indonesia.”    , Syekh Ali Jabir, Dai Asal Madinah Arab Saudi/Yayasan Syekh Ali Jabir
“Buku ini begitu gampang dicerna, berbicara tentang sejarah dan sisi lain seorang ustadz Yusuf Mansur di mata orang-orang dekatnya. Bukan sekadar tentang ulama yang mengajarkan agama tapi juga tentang kehidupan bisnis, persahabatan, dan Iain-Iain. Layak disimak dan wajib
dibaca.” Agus Pramono, Owner Restoran Ayam Bakar Mas Mono
“Tak disangka, di Jakarta yang matre begini, saya mendapatkan guru keikhlasan baru: Yusuf Mansur.”
Dr. KH. Ahmad Lutfi Fathullah, M.A., Direktur Pusat Kajian Hadis, Dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (A)

RESENSI BUKU: CERITA AZRA

IMGJudul Buku : Cerita Azra
Penulis : Andina Dwifatma
Penerbit : Erlangga
Tahun : 2011

Azyumardi Azra, biasa dipanggil ‘Azra’, adalah seorang cendekiawan Muslim “pendobrak” Kiprahnya di dunia pendidikan menghasilkan inovasi-inovasi yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain. Salah satu hasilnya adalah bertransformasinya IAIN Syarif Hidayatullah menjadi UIN Syarif Hidayatullah,yang menjadikan institusi pendidikan Islam bisa masuk ke dalam arus utama, menjadi lebih open-minded, berkualitas, dan bermartabat di mata masyarakat.
Azyumardi Azra adalah seorang Pakar Sejarah dan Peradaban Islam yang diakui dunia internasional. la pun sudah mendapatkan gelar Guru Besar dari almamaternya, UIN Syarif Hidayatullah. Dalam hidupnya, ia adalah seorang Muslim tulen yang taat mengikuti nilai-nilai yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Azyumardi Azra pernah dipercaya oleh mantan Wapres Jusuf Kalla untuk menjadi Deputi Sekretaris Wakil Presiden (Seswapres) Bidang Kesra selama dua tahun. Berbagai partai politik sudah pernah melamarnya untuk bergabung, tapi ia tetap teguh pada netralitasnya. Netralitasnya dari dunia politik menjadikan dirinya sebagai orang yang paling diburu wartawan untuk berkomentar perihal masalah politik dan sosial kemasyarakatan.
Direktur Program Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah ini adalah orang Indonesia pertama yang meraih gelar Commander of the British Empire (CBE) dari Ratu Inggris. la berhak dipanggil “Sir” dan memiliki hak-hak khusus lainnya. Pesepakbola David Beckham dan beberapa orang populer lainnya di Inggris memiliki pangkat di bawah dirinya. Satu lagi yang ia banggakan, di dalam dunia penerbangan ia tercatat sebagai salah seorang Frequent Flyer tertinggi salah satu maskapai penerbangan terbaik di dunia: Singapore Airlines (SQ), sejak tahun 2005.
Buku”Cerita Azra” ini mengungkapkan kisah kehidupan Azyumardi Azra beserta sisi-sisi menarik kehidupannya yang jarang diketahui masyarakat. Dengan membaca buku ini, Anda akan terinspirasi oleh kisah hidupnya. (A)

RESENSI BUKU: 10 TOKOH TRANSFORMATIF INDONESIA

IMG_0002Judul Buku : 10 Tokoh Transformatif Indonesia
Penulis : Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si & Dr. Iding Rosyidin, M.Si
Penerbit : Erlangga
Tahun : 2015

Saat mesin kaderisasi politik dan sistem birokrasi pemerintahan seolah mandek dalam membidani dan melahirkan pemimpin dan kepemimpinan yang diharapkan rakyat, dan di saat harapan untuk itu seolah berujung tak bertepi, muncul sosok-sosok yang tidak hanya pandai beretorika, tetapi juga memberi inspirasi dengan kerja nyata. Apa yang mereka katakan, itu pula yang dilakukan. Mereka bekerja, melayani, mempelajari masalah, dan menawarkan solusi bagi persoalan bangsa. Lebih-lebih lagi mereka menggerakkan orang untuk berpartisipasi bukan lewat inslruksi melainkan dengan contoh dan keteladanan. Mereka adalah para pemimpin transtormatif yang sejak dua windu silam, ketika reformasi digulirkan, selalu diidam-idamkan kehadirannya untuk memegang tampuk kepemimpinan bangsa ini. (A)