Monthly Archives: February 2012

Kisah Sukses Belajar (2) Laras: Gadaikan Rumah agar Bisa Kuliah

KOMPAS.com- Seperti diberitakan kemarin, tiga mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada diwisuda dengan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00 atau sempurna. Mereka adalah Donna Adelia (angkatan 2008), Laras Susanti (2007), dan Fani Phisca P (2008).
Berikut ini adalah cerita di balik kesuksesan Laras seperti disampaikan Kepala Humas FH UGM Satria AN kepada Kompas, Selasa (21/2/2012).
Perjalanan Laras Susanti menempuh studi di Fakultas Hukum mungkin tidak semulus Donna. Kala itu Laras yang hidup dengan pamannya di Jakarta harus menggadaikan rumah terlebih dahulu untuk bisa memperoleh pinjaman uang dari bank, setelah dinyatakan diterima di UGM.
Mahasiswi kelahiran Tegal, 27 Juli 1988 ini memang tinggal dengan pamannya, karena kedua orangtuanya bercerai. Sebelum masuk Fakultas Hukum waktu itu, ibunya menyarankan agar bekerja setelah lulus SMA. Namun untunglah pamannya saat itu tidak setuju, dan menyarankan Laras untuk kuliah.
“Waktu itu pakde bilang, kalau dengan studi nanti rezeki itu akan ada,” kenang Laras.
Kecintaan Laras pada ilmu hukum sudah tertanam sejak SMA. Penegakan hukum di Indonesia yang tebang pilih dan tidak adil membuatnya tergugah untuk tahu lebih banyak tentang apa yang sebenarnya tengah terjadi dengan hukum kita saat itu. Hal ini dipertegas lagi dengan pengalaman pribadinya ketika mengurus surat kelengkapan beasiswa yang harus mendapat pungutan liar mulai dari kelurahan hingga kepolisian.
Untuk itulah, ketika dinyatakan diterima di FH UGM, Laras tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Kunci suksesnya? “Manajemen waktu, rajin membaca berita, dan sering berdiskusi,” katanya. “Tapi dari ketiga hal itu, yang lebih penting yaitu cinta terhadap ilmu yang kita tekuni,” kata mahasiswi yang meraih juara 1 tingkat nasional pada Debat Mahkamah Konstitusi tahun 2011.
Pengalaman pendidikan kedua orangtuanya yang kurang menguntungkan, agaknya menjadi penyemangat bagi Laras untuk tidak menyia-nyiakan waktu studinya di FH. Maklum, ayahnya hanya tamat SMP, sedangkan ibunya tidak tamat SD.
Selain kuliah, Laras aktif di beberapa organisasi. Ia adalah Kepala Departemen Kajian Strategis Dewan Mahasiswa Justicia Fakultas Hukum, Menteri Kajian Strategis BEM KM UGM (2010), dan peneliti PUKAT FH UGM.
Tidak menyerah dengan kondisi keluarganya yang miskin, Laras rajin mencari beasiswa selama studi. Hasilnya tidak sia-sia. Ia mendapatkan beberapa beasiswa yang menyediakan bantuan biaya pendidikan hingga uang jajan.
Sama halnya dengan Donna, dengan nilai IPK 4,00 yang diperoleh tidak serta-merta membuatnya berpuas diri. Bahkan, dia sudah siap mencari beasiswa untuk melanjutkan studi S2. Menjadi dosen di Fakultas Hukum kini menjadi angan-angannya.
“Dari Fakultas Hukum inilah lahir para penegak hukum yang kiprahnya dinanti masyarakat luas,” kata penulis buku Belajar Merawat Indonesia tersebut. taken from: www.kompas.com 29/2/2012 (R)

Jangan Gunakan “Sistem Kebut Semalam”

KOMPAS.com – Lupa adalah sesuatu yang manusiawi dan wajar kita alami. Tetapi, kalau terus menerus lupa mengingat materi pelajaran? Wah, bisa repot juga. Apalagi, jika tengah mempersiapkan diri menghadapi ujian. Daya ingat adalah suatu proses yang sangat penting dalam menjawab soal-soal ujian. Bagaimana mungkin kita bisa menghadapi ujian, tapi lupa dengan materi belajar? Ada banyak strategi yang bisa diterapkan. Yang jelas, jangan menggunakan strategi yang umumnya digunakan para pelajar: sistem kebut semalam!

Nah, sepuluh tips berikut mungkin bisa membantu Anda dalam meningkatkan daya ingat belajar. Sebagai informasi, beberapa strategi di bawah ini telah diterapkan dalam literatur psikologi kognitif. Strategi ini menawarkan sejumlah cara yang bagus untuk meningkatkan daya ingat dan retensi informasi. Simak, yuk!

1. Fokuskan perhatian Anda pada materi yang Anda pelajari
Perhatian adalah salah satu komponen utama dari memori. Agar sebuah informasi pada ingatan Anda berpindah dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang, ada cara yang bisa dilakukan. Apa itu? Cobalah untuk belajar di tempat yang bebas dari gangguan, seperti televisi, musik, atau hiburan lainnya.

2. Hindari belajar dengan sistem ‘kebut semalam’

Belajarlah secara teratur. Penelitian menunjukkan bahwa dengan sistem belajar yang teratur akan membuat seseorang dapat mengingat materi pembelajaran lebih baik dan lebih panjang daripada mereka yang menggunakan sistem ‘kebut semalam’, dengan waktu yang sangat terbatas.

3. Susun dan atur setiap informasi yang Anda pelajari

Para peneliti menemukan bahwa setiap informasi telah diatur dalam memori dan sudah dikelompokkan. Gunakan memori itu untuk menata dan mengorganisasi materi yang Anda pelajari. Cobalah mengelompokkan bagan-bagan atau istilah-istilah secara bersamaan pada catatan Anda.

4. Memanfaatkan perangkat mnemonik
Perangkat mnemonik merupakan alat untuk membantu ingatan/menghafal informasi. Perangkat ini juga menjadi teknik yang sering digunakan oleh siswa untuk membantu mengingat. Sebagai contoh, Anda mungkin mengasosiasikan istilah yang perlu Anda ingat dengan  benda yang akrab dengan Anda. Misalnya, dengan syair, lagu, atau lelucon tertentu.

5. Menguraikan dan melatih lagi setiap informasi yang sudah Anda pelajari

Untuk mengingat suatu informasi, Anda perlu untuk mengkodekan apa yang telah Anda pelajari ke dalam memori jangka panjang. Salah satu teknik pengkodean paling efektif dikenal sebagai latihan elaboratif. Contoh dari teknik ini adalah dengan mencari kata kunci dari sebuah definisi. Mempelajari definisi tersebut, kemudian membaca penjelasannya secara lebih rinci. Ulangi proses ini beberapa kali, maka daya ingat Anda akan jauh lebih baik.

6. Menghubungkan informasi baru dengan hal-hal yang sudah Anda ketahui

Ketika Anda sedang mempelajari bahan asing, luangkan waktu untuk menghubungkan informasi tersebut dengan hal-hal yang sudah Anda ketahui. Dengan menghubungkan ide yang baru dengan ingatan sebelumnya, Anda bisa secara tak diduga mengembangkan kemungkinan mengingat informasi yang baru dipelajari.

7. Visualisasikan informasi untuk meningkatkan daya ingat
Banyak orang mendapatkan keuntungan besar dari memvisualisasikan informasi yang mereka pelajari. Perhatikan foto, grafik, atau gambar dalam buku teks Anda. Jika Anda tidak  ada, buatlah sendiri. Gambarlah grafik atau bagan di pinggir catatan Anda. Gunakan stabilo atau pena berwarna pada kelompok yang terkait dengan materi Anda.

8. Mengajarkan konsep belajar baru kepada orang lain
Penelitian menunjukkan bahwa dengan mengeraskan suara pada saat belajar akan meningkatkan daya ingat. Pendidik dan psikolog juga menemukan bahwa siswa yang mengajarkan belajar dengan konsep baru kepada orang lain akan meningkatkan pemahaman dan daya ingat. Anda dapat menggunakan pendekatan ini dalam proses belajar Anda.

9. Memberikan waktu ekstra pada bagian yang sulit
Pernahkah Anda merasa bahwa mengingat sebuah informasi di awal dan di akhir kadang-kadang lebih mudah? Para peneliti telah menemukan bahwa urutan informasi dapat berperan dalam proses mengingat.Hal ini dikenal sebagai efek posisi serial.

Sementara, mengingat informasi di tengah lebih sulit. Anda dapat mengatasi masalah ini dengan menghabiskan waktu ekstra pada informasi ini. Strategi lain adalah dengan mencoba restrukturisasi informasi sehingga akan lebih mudah untuk diingat. Bila Anda menemukan bagian yang sangat sulit, curahkan waktu ekstra untuk menghafal informasi tersebut.

10. Variasikan rutinitas studi Anda
Banyak cara untuk meningkatkan daya ingat Anda, yaitu dengan sesekali mengubah rutinitas belajar. Jika Anda terbiasa untuk belajar pada lokasi tertentu, coba pindah ke tempat yang berbeda pada sesi belajar berikutnya. Misalnya, jika Anda belajar di malam hari, cobalah menghabiskan beberapa menit di pagi hari untuk meninjau informasi yang telah Anda pelajari pada malam sebelumnya. Dengan menambahkan unsur baru pada sesi belajar ini, Anda dapat meningkatkan efektivitas secara signifikan dalam upaya Anda untuk meningkatkan daya ingat Anda dengan jangka panjang. taken from: www.kompas.com 29/2/2012 (R)

Resensi Buku: Ingin Cepat Sukses? Gunakan Formula Sukses Thomas Alfa Edison

Judul Buku : Ingin Cepat Sukses? Gunakan Formula Sukses Thomas Alfa Edison
Penulis : Ahman Sutardi
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : 2008
 
Buku ini menjadi semacam KITAB WAJIB bagi siapa yang ingin sukses dengan belajar dari kegagalan. Yakinlah sukses itu cuma soal waktu saja! Ya CUMASOALWAKTU… Valentino Dinsi, SE, MM, MBA. Penulis buku best seller: Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian
Perkembangan teknologi telekomunikasi yang pesat diawali oleh penemuan-penemuan   Thomas   Alfa   Edison   si   anak   ‘idiot’. Segalanya serba mungkin terjadi jika kita menerapkan Formula Suksesnya
lr. Husni Amani, MBA, M.Sc, Rektor Institut Teknologi Telkom Bandung
Bukunya simpel, enak dibaca dan isinya bakalan bisa dijadikan pegangan pembaca dalam menghadapi situasi yang makin sulit ini. Saya merekomendasikan buku ini sebagai penyemangat bagi mereka yang ingin sukses Martina Sudibja, Area Director Dale Carnegie Training Bandung
Kisah yang menarik. Saya merasa ditegor oleh Penulis untuk tidak diam di zona Nyaman tapi melangkah ke zona Petualangan tanpa perhitungan yang njelimet dulu
Hendrikus Arif,   APAC Bid Manager Nokia Siemens Networks (NSN)
Dengan mengangkat kisah tokoh terkenal Thomas Alva Edison, buku ini mengupas habis bagaimana meraih sukses dengan melewati berbagai kegagalan. Kegagalan bukan sesuatu hal yang harus ditakutkan, karena orang sukses mempunyai rumus “Sepuluh kali Gagal, sebelas kali Bangkit. Seratus kali Gagal Seratus satu kali Bangkit”, begitu seterusnya   
A.AyongSunandi,CEO PT DUTAOTO PRIMA. (A)

 

Resensi Buku: Rahasia Sukses Menjadi Pengusaha (Buku 1)

Judul Buku : Rahasia Sukses Menjadi Pengusaha (Buku 1)
Penulis : Hendro
Penerbit : CLA Publishing
Tahun : 2009
  • Pernahkah anda berpikir bahwa suatu saat tiba-tiba anda tidak lagi beberja…?! atau sulit mendapatkan pekerjaan karena faktor usia…?!
  • Sudahkah anda mempersiapkan diri jika keterampilan anda tidak lagi dipakai oleh orang lain…?! atau anda sudah jenuh dan bosan beberja…?!
  • Pernahkah anda berpikir bahwa suatu saat anda akan dihadapkan pada masa-masa menjelang pensiun namun tidak ada sesuatu yang bisa diwariskan pada anak-anak anda selain bekerja keras lagi…?!
  • Bagaimana perasaan anda jika memasuki suatu dunia baru yang penuh ‘harta karun’, yang akan membawa anda hidup nyaman 24 jam setiap harinya…?!
  • Pernahkah berpikir untuk sering pergi keluar negeri santai 24 jam, hidup bahagia. piknik, dan kaya di usia muda…?!
  • Ahh… siapa bilang berbisnis itu sulit…?!
  • Kata siapa anda tidak berbakat dalam bisnis…?!
  • Apakah Entrepreneurship itu karena “bakat’…?! atau bisa dipelajari…?!
  • Entrepreneurship adalah ilmu untuk mencari nafkah, sudahkah anda memilikinya…?!
  • Ingin sukses…,segera baca buku ini sampai habis. (A)

 

Resensi Buku: Erlangga Fokus UN SMA/MA 2012 Program IPS

Judul Buku : Erlangga Fokus UN SMA/MA 2012 Program IPS
Penulis : Marah Uli, dkk
Penerbit : Erlangga
Tahun : 2012
ERLANGGA FOKUS UN SMA/MA 2012 hadir sebagai pendamping unggulan menjelang UN 2012. Buku ini disusun jauh sebelum UN 2012 berlangsung agar persiapan dapat semakin dini dilakukan.
Berikut adalah FORMULA KHUSUS yang disajikan untuk mengenal dan siap menghadapi beragam tipe soal UN:
1.       Memahami pokok bahasan dari Rangkuman Materi per SKL .
2.       Mempelajari Soal UN yang pernah diujikan disertai Pembahasan.
3.       Berlatih mengerjakan Prediksi Soal UN 2012 secara mandiri.
Kunci Jawaban dan Lembar Jawaban Komputer menjadi bonus di dalam buku ini. Dengan hadirnya buku ini diharapkan siswa kelas XII SMA/MA dapat berlatih lebih dini dalam mempersiapkan Ujian Nasional 2012.

Resensi Buku: Akar Kekerasan: analisis sosio-psikologis atas watak manusia

Judul Buku : Akar Kekerasan: analisis sosio-psikologis atas watak manusia
Penulis : Erich Fromm
Penerbit : Pustaka Pelajar
Tahun : 2000
Apakah kekerasan itu suatu potensi bawaan atau bukan? Fromm meninjau kembali konsep agresi psikonalisa Freud, membandingkannya dengan berbagai gejala sifat destruktif individu dan masyarakat.
Fenomena kekerasan pada kenyataannya memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Sejak diturunkannya manusia di dunia, sejarah kekerasan telah ditampilkan oleh anak turun Adam-Hawa, dengan tewasnya Habil di tangan Qobil. Inilah tragedi kekerasan pertama yang disertai dengan pemaksaan kehendak terhadap seseorang dalam literatur sejarah peradaban manusia. Bahkan, sampai sekarang, kekerasan seakan menjadi simbol untuk menjadi penekan atas pengakuan “kedaulatan” seseorang atau kelompok terhadap kelompok lain.
Setidaknya, ornamen kekerasan selalu muncul dalam setiap pergantian sejarah peradaban manusia. Kekerasan akan mencapai puncaknya dengan munculnya tragedi peperangan. Namun peperangan yang paling destruktif dan paling kejam, menurut Fromm dalam catatan kakinya, adalah adanya perang saudara yang tidak saja akan menghancurkan secara fisik, namun lebih jauh akan saling menghancurkan secara ekonomi, sosial, politik kedua pihak yang saling bertikai. Sebab kekerasan tersebut pada akhirnya hanya akan menjadi semacam tradisi bilamana salah satu dari keduanya merasa terancam, yang itu akan bergantung dari besar kecilnya ancaman yang dirasakan. Dan kenyataan membuktikan, dalam kekerasan yang cenderung mentradisi, letupan sekecil apapun akan meledak sedemikian dahsyatnya. Lantas dari sisi psikologi ditanyakan, mengapa manusia selalu muncul sifat destruktifnya dan menjadi begitu tak terkendalikan? Dan mengapa pula manusia berani berbaku hantam sesamanya demi mempertahankan kondisi subjektif narsistiknya? Kondisi itulah yang akan dijelaskan Erich Fromm dalam buku setebal 755 halaman ini.
Dalam buku yang mencoba mengupas akar kekerasan pada diri manusia ini diketengahkan analisa Sigmund Freud dengan teori instingnya maupun Konrad Lorenz dengan teori agresinya, yang mendapat kritik tajam Erich Fromm. Manusia, kata Freud, tidak akan pernah lepas dari insting dominannya, yaitu insting seksual dan insting mempertahankan diri, yang lantas ini diperbarui kembali dengan esenskonsepnya yang menyatakan tentang insting eros (kehidupan) dan insting kematian. Para penganut Freud mengkompromikan insting destruktif sebagai kutub lain dari insting seksual. Sebaliknya, insting kematian bisa menjadi picu merusak diri, atau kecenderungan merusak pihak lain. Hal ini merupakan pengembangan dari asumsi dasar bahwa manusia berada dalam pengaruh dorongan untuk merusak, serta pilihan untuk lepas dari pengaruh tersebut terbatas. Sehingga kecenderungan agresi, bagi Freud, bukan reaksi atas stimulan yang muncul melainkan memang berasal dari dalam diri manusia sendiri. Pendek kata, bahwa perilaku agresi manusia adalah tak lepas dari hasratnya sebagai manusia.
Sedangkan Lorenz mengupas sebab adanya kekerasan adalah dari faktor biologis diluar kendali manusia yang disebabkan kondisi sosial, politik dan ekonomi yang diciptakan oleh manusia sendiri. Energi yang mengumpul dan mengendap siap meledak, meski tanpa adanya stimulan. Dengan kata lain,bahwa sebenarnya agresi sudah ada dan terpasang pada diri tiap manusia. Sehingga dengan stimulan paling kecil pun, atau tanpa adanya stimulan,agresi tersebut tetap akan mencari pelampiasan. Malah menurut Lorenz dibentuknya partai politik oleh manusia adalah guna menemukan stimulan untuk melepaskan energi agresi yang tertekan.
Bila pernyataan Freud atau Lorenz benar, bahwa perilaku manusia tidak akan menyimpang dari insting kemanusiaannya dan respon agresi dari faktor eksternal,l antas apa bedanya hewan dengan manusia? Bukankah keduanya sama-sama memiliki insting kehidupan dan kematian? Karena hewan pun mempunyai insting kehidupan, bertahan diri dari serangan atau ancaman dari luar.Nampaknya inilah yang akan menjadi sasaran kritik Fromm. Menurutnya, Freud tak cukup konsekwen dengan konsepnya. Agresi yang tercermin dalam perilaku manusia tak cukup hanya dirangkum dalam satu hasrat. Antarai nsting pelestarian diri-libido dan insting kehidupan-kematian adalah berlawanan satu sama lain. Dengan demikian Freud telah menyatukan kecenderungan-kecenderungan yang pada kenyataannya bukan merupakan satu kesatuan. Sedangkan teori Lorenz pada intinya ada dua. Pertama, bahwa agresi pada dasarnya sudah tertanam pada diri manusia.
Dan yang kedua adanya dorongan tenaga hidrolik, sebagai tenaga pelampiasan melakukanhal keji dan kejam. Menurut Fromm tidak cukup bukti pendukung yang bisa diketengahkan teori tersebut. Karena teori tersebut bersimpul pada satu kategori, yaitu agresi. Sedangkan Fromm menguraikan agresi dengan pendekatan psikoanalisis. Psikoanalisis tersebut pada dasarnya adalah teori tentang upaya non nurani, resistensi, pemalsuan realita menurut kebutuhan subjektif, harapan, karakter dan konflik antara upaya-upaya berhasrat yang terkandung di dalam ciri pembawaan dengan tuntutan pemertahanan-diri. Sehingga sejauh mana seseorang dapat menekan hasratnya bukan hanya tergantung pada faktor internal diri seseorang, melainkan juga pada situasi. Dengan demikian agresi sama sekali bukan satu-satunya bentuk reaksi terhadap ancaman, meski pada umumnya semua kondisi yang memicu timbulnya perilaku agresif adalah ancaman terhadap kepentingan hayati. Dalam bentuk yang lebih kompleks adalah ancaman terhadap kebutuhan akan ruang fisik dan atau terhadap struktur sosial suatu kelompok.
Pada struktur masyarakat modern yang konsumtif sangat membutuhkan sistem sosial di mana ia memiliki tempat tinggal hubungan dengan sesamanya relatif stabil serta didukung oleh nilai-nilai dan gagasan yang diterima secara umum. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Pada masyarakat industri yang terjadi adalah hilangnya tradisi, nilai-nilai sosial dan keterikatan sosial dengan sesama. Fromm menegaskan, yang menjadi penyebab agresi manusia tidakcuma kepadatan penduduk, namun juga rusaknya struktur sosial dan ikatan sosial murni. Dilain pihak, perilaku agresi muncul juga karena kondisi sosial, psikologis, ekonomi, budaya dan politik.
Dalam bab VIII (Antropologi), bagian kedua buku ini, Fromm membagi sistem struktur masyarakat menjadi tiga bagian berdasar karakter sosialnya. Pertama, adalah sistem A, yaitu masyarakat-masyarakat pecinta kehidupan. Karakter sosial masyarakat ini penuh cita-cita, menjaga kelangsungan dan perkembangan kehidupan dalam segala bentuknya. Dalam sistem masyarakat seperti ini, kedestruktifan atau kekejaman sangat jarang terjadi, tidak didapati hukuman fisik yang merusak. Upaya kerja samadalam struktur sosial masyarakat seperti ini banyak dijumpai. Kedua, sistem B, yaitu masyarakat non-destruktif -agresif. Masyarakat ini memiliki unsur dasar tidak destruktif, meski bukan hal yang utama, masyarakat ini memandang keagresifan dan kedestruktifan adalah hal biasa. Persaingan, hierarki merupakan hal yang lazim ditemui. Masyarakat ini tidak memiliki kelemah-lembutan, dan saling percaya. Ketiga, sistem C, yaitu masyarakat destruktif. Karakter sosialnya adalah destruktif, agresif, kebrutalan, dendam, pengkhianatan dan penuh dengan permusuhan. Biasanya pada masyarakat seperti ini sangat sering terjadi persaingan, mengutamakan kekayaan, yang jika bukan dalam bentuk materi berupa mengunggulkan simbol.
Ditinjau dari hasrat dan kondisi sosial manusia, baik itu dalam struktur sosial maupun sistem kelompok, akan mempertahankan diri dari bahaya yang mengancam kepentingan hayatinya. Namun untuk memahami fenomena kedestruktifan manusia tersebut, kata Fromm, yang perlu menjadi perhatian adalahd iabaikannya makna dan motivasi spiritual religius ketika dalam suasana dan kondisi yang berkecamuk. Bangsa, negara dan kehormatan warganya menjadi sesuatu yang disembah-sembah, dan kedua pihak yang saling bertikai dengan rela mengorbankan dirinya, anaknya serta harta bendanya demi “sesembahan” tersebut. Di sini Fromm menganalogikan sebuah ritual keagamaan (sekte) ke dalam situasi tak menentu massa, yaitu dengan menggambarkan “seseorang atau kelompok berani bertaruh apa saja demi apa yang dibelanya meski absurd”.
Fromm menekankan bahwa untuk memahami semua fenomena kedestruktifan dan kekejaman perlu mendalami motivasi religius yang mungkin ada di dalamnya, bukannya motivasi kedestruktifandan kekejaman itu sendiri.Mengapa manusia cenderung menggunakan kekerasan? Apakah kedestruktifan kelompok yang saling bertikai merupakan hasil dari hasrat mempertahankan diri? Dalam pembahasan  agresi yang banyak percabangannya, disinggung adanya agresi dan narsisisme. Orang yang mempunyai narsistik tinggi merasa sangat perlu mempertahankan citra diri. Jika citra diri itu terancam, akan bereaksi dengan kemarahan yang amat sangat, dengan atau tanpa memperlihatkannya atau tanpa menyadarinya. Sedangkan pada narsisme kelompok, yang menjadi objek adalah kelompok tersebut. Dikatakan bahwa narsisme kelompok merupakan salah satu sumber utama keagresifan manusia. Bila pelecehan simbol narsisme kelompok dilakukan kelompok lain, maka reaksi kemarahan yang sedemikian besar akan terjadi bahkan sangat mendukung kebijakan perang yang dilontarkan pemimpinnya. Namun tentunya ini bikan faktor tunggal, ada motivasi lain yang mungkin lebih dari sekedar demi citra diri kelompok, bertahan maupun penegasan diri atau kelompok.
Secara sederhana dapat dikatakan, bahwa kedestruktifan maupun kekerasan dalam masyarakat tak jauh dari karakter sosial masyarakat sendiri. Sebab karakter merupakan ciri khas di mana energi manusia ditata untuk mencapai tujuan utamanya, yaitu bertindak secara naluriah. Kelompok-kelompok manusia sedari dulu hidup dalam suasana keragaman. Konsep karakter sosial didasarkan pada pemahaman bahwa tiap bentuk masyarakat perlu menggunakan kelebihan manusia (dibandingkan dengan hewan) dengan cara-cara yang khas yang diperlukan untuk peranan masyarakat itu sendiri. Proses perubahan energi psikis umum menjadi energi psikososial khusus dijembatani oleh karakter sosial. Pendek kata, masyarakat harus memiliki dan mengetahui keinginan untuk melakukan apa yang harus mereka kerjakan jika ingin tertata baik. Sedangkan sarana pembentuk karakter, menurut Fromm, pada dasarnya bersifat budaya.
Nampaknya buku tebal yang terbagi menjadi tiga bagian dan 13 bab ini enak dibaca. Namun patut pula dicermati, dalam sebuah psikoanalisis, bahwa sifat pembawaan manusia yang cenderung destruktif jika dianggap sebagai kelaziman, berarti sifat destruktif pada manusia adalah suatu kewajaran. Artinya karakter yang memang sudah tertanam pada manusia itu bisa dimaklumi? Sehingga dengan demikian apa yang pernah dilakukan Hitler (Bab XIII mengulas Hitler) bisa dimaklumi karena memang sudah tertanam karakter jahat dan destruktif pada diri Hitler? Pun dalam sebuah pertikaian kelompok sosial. Karena mereka mempunyai “agresi” masing-masing dalam kelompok, meski bisa dihentikan sementara dengan kelebihannya sebagai manusia, maka tidak tertutup kemungkinan kekerasan yang lebih dahsyat akan terjadi lagi. Karena dalam pertikaian sosial antar kelompok dibutuhkan kelompok lain yang lebih tinggi lagi (negara) untuk menengahi dan mengatasi kekerasan massal tersebut. Maka membaca buku Erich Fromm ini kita diajak berdiskusi mengenai jutaan karakter manusia yang mungkin akan selalu berubah sesuai kondisi objektif yang melingkupinya. Karena, memang,buku ini bukan pensuplai tunggal wacana mencari akar kekerasan dan karena buku ini semata-mata lebih bersifat psikoanalisis. Sehingga kita masih membutuhkan wacana lain pembongkar asal mula terjadinya kekerasan. Namun buku ini masih tetap memberi kelayakan pengetahuan yang lebih dari sekedar pengetahuan, meski analisa kondisi subjektif masuk di dalamnya. (A)

Resensi Buku: Nyontek Aja Lagi!

Judul Buku : Nyontek Aja Lagi!
Pengarang  : Asrinah, dkk.
Penerbit     : Rumah Pengetahuan
Tahun         : 2011
Semua orang ingin menjadi orang yang berprestasi. Meraih nilai tertinggi di kelas, mudah mendapatkan kesempatan melanjutkan ke sekolah lebih tinggi, punya catatan prestasi yang gemilang dan selanjutnya banyak mendapatkan tawaran pekerjaan dengan posisi strategis, pendek kata “Masa depan cemerlang”. Namun kadang ada kendala meraih sukses tersebut diantaranya adalah merasa punya kemampuan yang pas-pasan saja, pernah berusaha tapi gagal dan gagal lagi, orang tua tidak tahu cara membimbing anak supaya berprestasi atau sebenarnya hanya karena “Tidak mengenali potensi diri sendiri”. Bagi anda yang ingin terus maju mencapai prestasi tertinggi, buku ini menyajikan bahasan tentang gaya belajar, potensi diri dan tip-tip meraih prestasi. Disajikan dengan bahasa khas remaja dan sangat bermanfaat bagi para pendidik dan orang tua. (A)  

Resensi Buku: Be Brilliant for You Teens!

Judul Buku : Be Brilliant for You Teens!
Pengarang  : Febriyo Hadikesuma
Penerbit     : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun         : 2010
 
Tahun 2003 merupakan tahun yang berat bagi seorang Febriyo Hadikesuma karena gagal masuk perguruan tinggi negeri idaman. Ia pernah merasakan menjadi buruh bangunan, juru pembukuan di sebuah kantin, juru masak, bahkan ikut dalam training kesekretarisan yang dilakukannya untuk mengisi kevakuman menjelang ujian tahun berikutnya. Tahun berikutnya, Febriyo berhasil diterima di Universitas Gadjah Mada, meski akhirnya orangtua harus menggadaikan rumah yang selama ini mereka tempati.

Buku Be Brilliant for You Teen berisi kisah-kisah perjalanan kehidupan Febriyo dalam menghadapi kegagalan SPMB (saat ini SNMPTN) yang diramu khusus dengan gaya bahasa khas miliknya. Apa yang disampaikan oleh penulis adalah ilmu pengembangan diri yang tidak bisa diperoleh di sekolah formal.

Salah satu bagian yang menjadi andalan buku ini adalah penulis mengajak para pembaca menyelami pikiran sendiri melalui beberapa pertanyaan praktis yang sering ia gunakan sebagai bahan refleksi.

Saat kegagalan datang, kita tidak bisa meminta dunia untuk berubah. Dunia hanya akan berubah ketika kita mau mengubah diri kita. Jika 1 tahun terdiri atas 365 hari, berubahlah 1 derajat setiap hari untuk mencapai kesempurnaan pada 360 derajat dan nikmatilah perubahan demi perubahan dalam kehidupan kita, remaja yang akan hidup sepanjang masa. (A)

Agenda 27 Feb – 3 Maret 2012

Siswa kelas X dan XI pada tanggal tersebut akan mengikuti Mid Semester 2. Kelas XII akan melaksanakan Ujian Praktik Sekolah. Adapun jadwal ujian praktik telah dibagi dan diinformasikan pada pertemuan orang tua siswa pada tanggal 15 Feb hari rabu kemarin. Selengkapnya jadwal juga dapat di baca pada berita di blog ini. Dengan pelaksanaan mid dan ujian praktik yang bersamaan siswa diminta dapat mencermati jadwal dan tempat/ruang pelaksanaan. Belajar giat adalah langkah persiapan yang baik. Apabila siswa ada masalah dengan belajar maka dapat membaca berita di blog ini dengan judul Solusi belajar. Selamat belajar dan selalu berdo’a. (R)

Resensi buku: Surat Kecil Untuk Tuhan: Perjuangan Gita Sesa Wanda Cantika Melawan Kanker Ganas

Judul Buku : Surat Kecil Untuk Tuhan: Perjuangan Gita Sesa Wanda Cantika Melawan Kanker Ganas
Pengarang  : Agnes Davonar
Penerbit     : Inandra Published
Tahun         : 2011
Surat Kecil untuk Tuhan adalah sebuah buku yang diangkat dari kisah nyata perjuangan seorang gadis remaja Indonesia bernama Gita Sesa Wanda Cantika atau Keke melawan kanker ganas. Keke yang baru berusia 13 tahun adalah seorang gadis cantik, pintar dan mantan artis penyanyi cilik yang tiba-tiba divonis mengalami kanker jaringan lunak pertama kali di Indonesia. Kanker itu menyerang wajahnya dan membuat parasnya yang cantik menjadi seperti monster, dokter pun mengatakan kalau hidupnya hanya tinggal beberapa bulan saja. Mendengar vonis tersebut, ayah Keke tidak menyerah, ia berjuang agar Keke dapat lepas dari vonis kematian. Perjuangan sang ayah menyelamatkan putrinya begitu mengharukan, Keke yang menyadari hidupnya akan berakhir kemudian menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan. Tuhan memberikan anugerah dalam hidupnya, Keke mampu bertahan bersama kanker itu selama tiga tahun walau pada akhirnya ia menyerah. Kisah perjuangan Keke sempat diulas dalam acara Kick Andy, sebelumnya buku ini diterbitkan secara online dan dibaca lebih dari 350.000 pengunjung. Karena banyaknya pembaca yang terinspirasi oleh kisah Keke, buku ini dicetak secara luas dan terjual lebih dari 30.000 exemplar dalam waktu dua bulan dan diterbitkan di Taiwan mencetak sukses yang sama. (A)